Visi dan Misi

Visi Pembangunan AMPL Kabupaten Kotawaringin Timur

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menetapkan visi pembangunan AMPL seperti berikut :

“TERWUJUDNYA AIR MINUM DAN SANITASI YANG LAYAK BAGI MASYARAKAT KOTIM TAHUN 2015”

Pernyataan visi tersebut diatas mengandung substansi bahwa layanan air minum dan sanitasi di Kabupaten Kotawaringin Timur sampai akhir tahun 2015 dapat terpenuhi baik dari segi kuantitas, kualitas, kontinuitas dan kerterjangkauan (4K). Makna kata-kata yang tekandung dalam pernyataan visi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :

Terwujudnya : Ketersediaan air minum dan sanitasi yang memenuhi kreteria 4K
Air Minum : Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur terus berupaya meningkatkan air minum sesuai dengan
Sanitasi : Suatu kondisi kualitas lingkungan yang bersih dan asri tertata berdasarkan kemandirian masyarakat.
Layak : Lingkup pengertian layak merupakan substansi dari pemenuhan 4K.
Masyarakat Kotim : Seluruh Komponen masyarakat dan Pemerintah
Tahun 2015 : merupakan angka tahun akhir dari umur renstra sekaligus tahun akhir pencapaian MDG’s dimana diamanatkan terlayaninya separuh dari jumlah penduduk dunia telah terakses air minum dan sanitasi. Angka 2015 merupakan tahun RPJMD Kabupaten Kotawaringin Timur.

Misi Pembangunan AMPL Kabupaten Kotawaringin Timur
Untuk mewujudkan visi pembangunan AMPL Kotawaringin Timur, maka ditetapkan misi pembangunan AMPL Kotawaringin Timur sebagai berikut :

  1. Mewujudkan sarana Sanitasi yg layak
  2. Mewujudkan Air minum yg berkualitas
  3. Meningkatkan Perilaku Hygienis masyarakat
  4. Mengelola Air baku yang terpelihara dan terlindungi
  5. Mengaplikasikan Teknologi tepat guna
  6. Mendorong Inisiatif dan kemandirian masyarakat dalam pengelolaan AMPL.

 

Makna yang terkandung dalam misi pembangunan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL)  Kotawaringin Timur dapat dijelaskan sebagai berikut :

  1. Sanitasi yang layak adalah segala upaya pencegahan penyakit yang menitik beratkan kegiatan pada usaha kesehatan lingkungan dengan prasarana dan sarana yang memenuhi kriteria 4K (kuantitas, kualitas, kontinuitas dan kerterjangkauan) ditujukan pada jamban sehat, saluran pengelolaan air limbah/drainase dan sarana pengelolaan sampah.
     
  2. Air minum yang berkualitas adalah tersedia dan terjangkaunya kebutuhan air minum yang dikonsumsi masyarakat tidak menimbulkan gangguan kesehatan dan memenuhi persyaratan kualitas air minum sesuai Permenkes Nomor : 492/MENKES/PER/IV/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum, yang diperoleh melalui proses pengolahan atau tanpa proses pengolahan dan dapat langsung diminum.
     
  3. Perilaku hygienis Masyarakat adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau dan mampu mempraktekkan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat.
     
  4. Air baku yang terpelihara dan terlindungi adalah air yang dapat berasal dari sumber air permukaan, cekungan air tanah dan/atau air hujan yang memenuhi baku mutu sebagai air baku untuk air minum dapat dikelola secara berkelanjutan dengan meminimalisasi segala aktifitas yang menimbulkan pencemaran atau kontaminasi.
     
  5. Teknologi tepat guna adalah tehnologi pengolahan air dan sarana sanitasi yang sesuai kondisi setempat serta mudah mengoperasionalkan dan memeliharanya.
     
  6. Inisiatif dan kemandirian masyarakat dalam pengelolaan AMPL adalah ide atau gagasan baru diharapkan berdaya guna dan bermanfaat untuk mempunyai kemampuan merencanakan, melaksanakan, mengoperasionalkan dan mengawasi untuk keberlanjutan AMPL.