profil

 

PROFIL DAN POTENSI AMPL KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR

A. GEOGRAFIS

Kabupaten Kotawaringin Timur merupakan salah satu dari  14 kabupaten / kota yang ada di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah, beribukota di Sampit yang  terletak diantara 112º 7' 29" -  113º  14' 22" Bujur Timur dan 1º 11' 50" - 3º 18' 51" Lintang Selatan.

Luas Wilayah

Kabupaten Kotawaringin Timur ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Undang-Undang nomor 27 Tahun 1959. Kemudian  berdasarkan Undang-Undang nomor 5 Tahun 2002, wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur dimekarkan menjadi 3 (tiga) kabupaten yaitu Kabupaten Katingan, Kabupaten Seruyan. Pada saat ini Kabupaten Kotawaringin Timur mempunyai luas wilayah seluas 1.580.309,89 (Ha)  atau 16.496  km2 yang terdiri dari 15 kecamatan, 15 desa dan 17 kelurahan.

No. Kecamatan Ibukota Kecamatan Luas (Ha) Luas (Km2)
1. Mentaya Hilir Selatan Samuda 23.890,99 318
2. Teluk Sampit Ujung Pandaran 79.392,21 610
3. Pulau Hanaut Bapinang 47.656,78 619
4. Mentawa Baru Ketapang Ketapang 25.987,41 357,5
5. Seranau Mentaya Seberang 69.493,15 547,5
6. Mentaya Hilir Utara Bagendang 108.527,53 723
7. Kota Besi Kota Besi 53.010,14 1.860,21
8. Telawang Sebabi 125.242,88 316,79
9. Baamang Baamang 20.432,03 591
10. Cempaga Hulu Pundu 152.016,25 1.183
11. Parenggean Parenggean 162.951,95 1.774
12. Mentaya Hulu Kuala Kuayan 140.155,51 1.766
13. Bukit Santuai Tumbang Penyahuan 168.160,74 1.614
14. Antang Kalang Tumbang Kalang 318.190,25 2.975
15. Cempaga Cempaka Mulia 85.202,06 1.241
  Jumlah   1.580.309,89 16.496

Batas Wilayah

Batas wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur adalah sebagai berikut :

a. Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Katingan
b. Sebelah Selatan berbatasan dengan Laut Jawa
c. Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Seruyan
d. Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Katingan

Topografi  (Elevasi diatas Permukaan Laut)

Secara umum keadaan tofografi Kabupaten Kotawaringin Timur bervariasi dengan kisaran  0 – 60 meter di atas permukaan laut, dimana sebagian besar merupakan dataran rendah yang meliputi bagian selatan sampai bagian tengah, memanjang dari timur ke barat. Sedangkan pada bagian utara merupakan dataran tinggi berbukit yang didominasi jenis tanah padsonik merah kuning, dan beberapa bagian lain berjenis tanah alluvial, organosal dan lithosol.

Curah Hujan

Iklim di Kabupaten Kotawaringin Timur pada umumnya termasuk daerah beriklim tropis basah (lembab) dengan tipe B (menurut Scmidt dan Ferguson) dengan perincian kondisi iklim sebagai berikut :

Curah hujan : 1.934 mm/tahun (jumlah hari hujan 69 HH)
Suhu rata-rata/ bulan : 27ºC - 36ºC
Kelembaban Nisbi :  82 – 89 %

B. DEMOGRAFI
Jumlah penduduk, Rumah Tangga, Desa, Kelurahan dan Kecamatan

Berdasarkan hasil Registrasi Penduduk pada akhir tahun 2010 yang dikumpulkan  BPS Kotawaringin Timur, jumlah penduduk  Kabupaten Kotawaringin Timur adalah 388.084 jiwa.

Tabel Jumlah Desa, Kecamatan Rumah Tangga, Penduduk dan Sex Ratio Menurut Kecamatan Tahun 2010

No. Kecamatan Jumlah Desa Rumah Tangga Penduduk Jumlah Sex ratio
Laki-laki Perempuan
1. Mentaya Hilir Selatan 10 5.613 10.659 10.408 21.067 102
2. Teluk Sampit 6 2.226 4.706 4.378 9.084 107
3. Pulau Hanaut 10 3.937 8.203 7.832 16.035 105
4. Mentawa Baru Ketapang 8 21.003 42.114 39.375 81.489 107
5. Seranau 5 2.350 5.006 4.706 9.712 106
6. Mentaya Hilir Utara 7 4.400 8.620 7.219 15.839 119
7. Kota Besi 11 4.002 8.153 7.294 15.447 112
8. Telawang 6 4.870 9.803 7.835 17.638 125
9. Baamang 4 13.058 26.181 26.514 52.695 99
10. Cempaga 8 4.628 9.980 9.367 19.347 107
11. Cempaga Hulu 11 6.649 12.984 11.402 24.386 114
12. Parenggean 23 10.548 20.118 16.520 36.638 122
13. Mentaya Hulu 16 8.374 16.663 13.731 30.394 121
14. Bukit Santuai 14 2.443 4.532 3.829 8.361 118
15. Antang Kalang 30 8.020 16.199 13.753 29.952 118
  Jumlah 169 102.121 203.921 184.163 388.084 11

Sumber : BPS Kotawaringin Timur tahun 2011
 

Penduduk berdasarkan umur dan gender

umur Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur, Jenis Kelamin dan Sex Ratio di Kotawaringin Timur Tahun 2010

Kelompok Umur Jenis Kelamin/Sex Sex ratio
Laki-laki Perempuan Jumlah
0 - 4 21.006 20.168 41.174 104
5 - 9 21.218 20.259 41.477 105
10 – 14 18.893 17.768 36.661 106
15 – 19 17.720 16.771 34.491 106
20 – 24 19.137 18.270 37.407 105
25 – 29 21.830 20.124 41.954 108
30 – 34 19.951 17.713 37.664 113
35 – 39 17.893 14.703 32.596 122
40 – 44 14.165 11.618 25.783 122
45 – 49 10.712 8.790 19.502 122
50 – 54 8.031 6.302 14.333 127
55 – 59 5.263 3.942 9.205 134
60 – 64 3.314 2.921 6.235 113
65 – 69 2.068 1.979 4.047 104
70 – 74 1.339 1.298 2.637 103
75  + 1.381 1.537 2.918 90
Jumlah 203.921 184.163 388.084 111

Sumber : BPS Kotawaringin Timur tahun 2011

Berdasarkan komposisi usia penduduk, maka angka ketergantungan di Kabupaten Kotawaringin Timur masih rendah. Kelompok usia produktif mencapai 62,8 % dari total penduduk. Kondisi ini menunjukkan bahwa kelompok kerja jauh lebih besar daripada kelompok usia muda dan tua, sehingga beban tanggungan menjadi tidak terlalu besar.

Laju Pertumbuhan Penduduk

Berdasarkan hasil Registrasi Penduduk pada akhir tahun 2010 yang dikumpulkan  BPS Kotawaringin Timur, jumlah penduduk  Kabupaten Kotawaringin Timur adalah 388.084 jiwa. Jumlah ini menunjukkan kenaikan sebesar 18,02 persen dari tahun sebelumnya tahun 2009 (328.816 jiwa). Jumlah keluarga pada tahun 2010 adalah sebesar 102.121  keluarga, yang berarti terdapat rata-rata 6 jiwa dalam satu keluarga.


Sumber : BPS Kab. Kotawaringin Timur tahun 2011
Catatan : Series 1 = Persentase laju pertumbuhan penduduk.
Series 2 = Tahun

Peningkatan penduduk yang sangat tajam Tahun 2009 ke Tahun 2010 disebabkan adanya migrasi penduduk akibat pembukaan perusahaan perkebunan besar yang membuka lapangan kerja baru di Kabupaten Kotawaringin Timur. Pembukaan lapangan kerja baru tersebut menarik perpindahan penduduk dari luar derah, terutama dari Pulau Jawa.

Laju Pertumbuhan Ekonomi


Sumber : BPS Kab. Kotawaringin Timur tahun 2011
Keterangan : Series 1 = Persentase laju pertumbuhan ekonomi.
                    Series 2 = Tahun

Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kotawaringin Timur dalam 5 (lima) tahun terakhir menunjukkan peningkatan yang sangat pesat, kecuali pada Tahun 2009 mengalami penurunan. Diprediksi bahwa 5 (lima) tahun berikutnya seiring iklim investasi yang baik di Kabupaten Kotawaringin Timur maka pertumbuhan ekonomi akan terus meningkat.

C. Kondisi AMPL Kab. Kotim

Pengelolaan Layanan Air Minum

Layanan air minum di Kabupaten Kotawaringin Timur  dilaksanakan atas prakarsa masyarakat, PDAM dan program-program terkait antara lain; CWSHP, PNPM, PSAB, SiPAS serta program rutin dari dinas terkait melalui DAK. Program pembangunan AMPL sebelumnya yang telah dilaksanakan oleh pemerintah, antara lain melalui proyek Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Bersih Perdesaan. Sampai saat ini layanan/akses masyarakat terhadap air minum yang memenuhi syarat 44,29 %.

Berdasarkan penyebaran akses layanan dari 17 kecamatan dapat diklasifikasikan; kecamatan dengan akses terbaik terhadap air minum yaitu Kecamatan Mentaya Hulu (72,3 %) dan akses yang sangat kurang di kecamatan Pulau Hanaut (4,9 %).

Karakteristik Layanan Air Minum Tahun 2010

Cakupan Air Minum Persentase
Penggunaan sumur gali 16,9 %
Penggunaan ledeng 19,7 %
Penampungan air hujan 4,3 %
Sumur Pompa Tangan 2,1 %
Air Minum Isi Ulang 1,3

Sumber : Dinas Kesehatan Kab. Kotim tahun 2010

Berdasarkan karakteristik layanan air minum di Kabupaten Kotawaringin Timur meliputi : penggunaan sumur gali, penggunaan ledeng (Perpipaan), penampungan air hujan dan sumur pompa tangan, serta air minum isi ulang.

Layanan PDAM

Pada tahun 2009 telah didistribusikan sebanyak 5.987.364 m3 air bersih di kabupaten Kotawaringin Timur, di mana 3.131.707 m3 melalui sambungan induk sebesar rata-rata 61.868 m3 per hari. Dari total distribusi yang disalurkan 3.309.444 m3, yang  disalurkan ke pelanggan rumah tangga sebesar 18.965, ke  pelanggan perusahaan/hotel/restoran sebanyak 613 pelanggan sebesar 232.726 m3, sejumlah 222.265 m3 disalurkan ke 352 pelanggan kantor pemerintahan dan 155.362 m3 disalurkan ke 362 pelanggan badan sosial, sehingga secara keseluruhan disalurkan dengan jumlah 20.292 pelanggan.

Cakupan pelayanan PDAM pada tahun 2009 hanya mampu melayani atau memenuhi kebutuhan akan 66.912 jiwa atau baru 18,7% dari penduduk dengan jumlah sambungan sebanyak 10.492 sambungan. Cakupan pelayanan terbanyak berada di kota Sampit dengan jumlah pelanggan sebanyak 7.006 sambungan.

Cakupan Layanan Air Minum Kabupaten Kotawaringin Timur

No Kecamatan Jumlah Desa/
Kelurahan
Puskesmas Jumlah KK Jumlah KK diperiksa Kepemilikan Sarana Air Minum
Jumlah KK % kepemilikan
1. Mentaya Hilir Selatan 10 Samuda 5.645 478 232 46,65
2. Teluk Sampit 6 Ujung Pandaran 2.099 201 55 27,36
3. Pulau Hanaut 10 Bapinang 5.124 325 93 28,62
4. Mentawa Baru Ketapang 8 Ketapang I 8.073 650 541 83,23
      Ketapang II 7.281 667 418 62,67
      Pasir Putih 2.567 250 75 30,00
5. Seranau 5 Mentaya Seberang 2.922 380 89 23,42
6. Mentaya Hilir Utara 7 Bagendang 3.072 375 114 30,40
7. Kota Besi 11 Kota Besi 6.652 475 179 37,68
8. Telawang 6 Sebabi - - - -
9. Baamang 4 Bamaang I 7.288 650 59 9,08
      Baamang II 2.489 410 209 50,98
10. Cempaga 8 Cempaka Mulia 4.635 560 254 45,36
11. Cempaga Hulu 11 Pundu 3.682 - - -
12. Parenggean 23 Parenggean I 5.538 500 278 55,60
      Parenggean II 2.750 560 256 45,71
13. Mentaya Hulu 16 Kuayan kuayan 5.035 350 277 79,14
14. Bukit Santuai 14 Tumbang Penyahuan - - - -
15. Antang Kalang 30 Antang Kalang 3.312 458 147 32,10
      Tumbang Sangai 3.229 430 152 35,35
Jumlah 81.393 7.719 3.419 44,29

Sumber : Dinas Kesehatan Kab. Kotim tahun 2010

Potensi Sumber Air Baku

Berdasarkan kualitasnya secara umum kondisi air baku di Kabupaten Kotawaringin Timur masih memenuhi syarat untuk dapat diolah untuk menjadi air minum sesuai standar kesehatan. 10 tahun mendatang seiring dengan tingkat pertumbuhan, untuk itu diperlukan upaya dengan mencari alternatif sumber lain maupun sarana pengolahannya.

Air bersih merupakan salah satu dari kebutuhan pokok manusia, air bersih dapat digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, social dan kebutuhan industry. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Kabupaten Kotawaringin Timur sumber yang digunakan berasal dari PDAM, untuk melihat jumlah pelanggan dan jumlah air yang disalurkan dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Disitribusi Air Bersih Kabupaten Kotawaringin Timur tahun 2008

Kategori Pelanggan Pelanggan Disalurkan (m3)
Rumah Tangga 17.861 6.247.429
Perusahaan/Niaga/Hotel/Restoran 58 306.350
Kantor Pemerintahan 728 263.425
Badan Sosial dan lain-lain 424 319.206
Jumlah 19.071 7.136.410

Permasalahan Umum Layanan Air Minum

Permasalahan umum yang dihadapi Kabupaten Kotawaringin Timur dalam layanan air minum antara lain; Kapasitas, distribusi dan jaringan PDAM yang masih terbatas; faktor geografis yang memerlukan teknologi dengan biaya tinggi, lemahnya koordinasi pelaksanaan program air minum, masih kurangnya kesadaran sebagian besar masyarakat terhadap pengelolaan dan pemeliharaan sarana yang telah bangun. Selain dari itu juga disebabkan oleh minimnya SDM yang profesional dibidang Pengelolaan Air minum serta permasalahan ketimpangan pembiayaan antara harga jual air dengan harga produksi.

Pengelolaan Air Limbah Domestik

Fasilitas publik instalasi pengolahan limbah merupakan kebutuhan mendasar bagi daerah khususnya untuk penampungan pengolahan akhir limbah di kawasan perkotaan. Sampai saat ini Kabupaten Kotawaringin Timur belum maksimal dalam pengolahan limbah baik itu limbah domestik maupun limbah industri  pada pusat-pusat pelayanan masyarakat belum tertata dengan baik. Secara umum saluran pembuangan air limbah domestik di Kabupaten Kotawaringin  Timur masih menjadi masalah, hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga tidak memiliki fasilitas saluran pembuangan air limbah (SPAL) yang memenuhi syarat. Berdasarkan data  hasil survei sarana sanitasi dasar Tahun 2010 oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur cakupan kepemilikan SPAL adalah sebesar  15,82 % dan SPAL memenuhi syarat  kesehatan  sebesar 15,42 %.

Data cakupan kepemilikan jamban keluarga di Kabupaten Kotawaringin Timur  pada Tahun 2010 masih belum diinventarisir. Dari survei sarana sanitasi dasar Tahun 2010 dengan sampel 8,5 % dari keluarga yang ada diketahui bahwa 43,461 % memiliki jamban keluarga (2.984 KK) dan jamban yang memenuhi syarat kesehatan mencapai 42,46 % (2.915 KK).

Pengelolaan air limbah permukiman di Kabupaten Kotawaringin Timur sebagian besar dilakukan dengan sistem pengelolaan air limbah setempat (on-Site System), yaitu sistem penanganan air limbah domestik yang dilakukan secara individual dan/atau komunal dengan fasilitas dan pelayanan dari satu atau beberapa bangunan, yang pengolahannya diselesaikan secara setempat atau di lokasi sumber. Sistem ini ada yang terbentuk dengan pola sederhana dan cubluk. Jumlah penggunaan MCK di sungai (jamban/on-site) mulai berkurang, diasumsikan tinggal 20 % dari total penduduk. Selebihnya menggunakan MCK pada rumah tangga masing-masing. Pada saat ini Kabupaten Kotawaringin Timur telah memiliki Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) kapasitas 35 m³ per hari, mampu melayani jumlah penduduk sampai dengan 200.000 Jiwa. IPLT ini berfungsi untuk mengolah buangan lumpur tinja dari masyarakat secara berkala. Disamping itu, sedang dikembangkan percontohan pengelolaan limbah rumah  (komunal) di 1 (satu) lokasi yaitu Komplek Wengga Agung di Kelurahan Baamang Barat untuk 100 KK.