Lebih Banyak Pemilik Telepon Genggam Daripada Toilet

Jenis Artikel: 

Hingga kini, penyakit diare masih menjadi salah satu penyebab utama kematian balita di muka bumi ini. Organisasi kesehatan dunia, WHO melaporkan, setidaknya ada 1,5 juta anak mati setiap tahunnya akibat diare. Bahkan, angka ini lebih tinggi bila dibandingkan penyakit berbahaya lain seperti malaria, AIDS dan campak.

Seperti yang dilansir dari water.org, dalam penelitian tentang diare, WHO menuliskan, sanitasi dan kebersihan layak adalah kunci utama untuk mencegah diare.

Diperkirakan fasilitas sanitasi baik dapat mengurangi lebih dari sepertiga angka kejadian diare dunia. Di mana, salah satu langkah pencegahan paling mudah ialah dengan rajin mencuci tangan pakai sabun yang diprediksi dapat mengurangi angka kejadian diare hingga 40%.

Dalam survey lainnya, organisasi besutan PBB tersebut menyatakan, dengan kondisi sanitasi dan akses air minum layak, kejadian besar diare sangat mungkin untuk dicegah. Selain itu, jumlah kematian anak pun akan berkurang dan angka kesehatan semakin meningkat.

Dampak positif lainnya adalah dapat meningkatkan angka kehadiran anak di sekolah yang nantinya berpengaruh pula pada peningkatan kualitas generasi muda.

Namun, sangat disayangkan hingga kini hanya 63% dari populasi dunia yang memiliki akses sanitasi baik. WHO melaporkan, setidaknya 2,5 milliar orang belum memiliki akses sanitasi baik dan 1,1 miliar penduduk masih buang air secara terbuka.

Lebih ironi lagi, data terbaru PBB memaparkan, di India sebagian besar penduduk lebih memilih punya telepon genggam daripada memiliki toilet.

Seperti yang dikutip dari telegraph, PBB menyatakan, pengguna ponsel di India lebih banyak daripada pemilik toilet. Di mana, angka pemilik telepon genggam sebanyak 563,7 juta, sedangkan pemilik toilet hanya mencapai 366 juta orang atau sekitar sepertiga dari populasi India.

Kondisi ini tentunya sangat memprihatinkan. Padahal, dengan peningkatan akses sanitasi baik dan layak angka kejadian diare pasti dapat diturunkan. Survey PBB menujukkan, kondisi sanitasi layak bisa menurunkan lebih dari 33% kasus diare.

Dengan beberapa fakta diatas, rasanya tidak bisa dipungkiri bahwa peningkatan akses sanitasi dan air minum layak memang harus segera dilakukan oleh pemerintah dari berbagai negara. Hal ini tidak lain untuk masyarakat dunia yang lebih sehat dan produktif lagi kedepannya.